Penyakit Campak Atau Tampek

Penyakit campak atau tampek merupakan salah satu penyakit yang terjadi pada anak dan biasanya penyebab penyakit campak ini adalah disebabkan karena virus. Penyakit campak bisa dialami oleh siapa saja, namun umumnya penyakit campak ini akan dialami saat masih berusia anak-anak. Cara penularan penyakit campak atau tampek adalah melalui udara dan juga melalui bersin atau percikan ludah. Gejala penyakit campak atau tampek ditandai dengan demam tinggi pada anak, ruam yang terjadi di kulit dengan warna bintik merah, batuk, hidung berair, mata perih dan psikologi penderitanya menjadi lebih mudah marah dan tersinggung. Biasanya di dalam mulut si penderita akan terlihat bintik putih kecil.

Penyakit Campak Atau Tampek

Penyakit Campak Atau Tampek

 Penyakit Campak

Penyakit campak atau tampek bisa terjadi suatu komplikasi yang berbahaya, namun hal ini jarang terjadi. Cara mencegah penyakit campak adalah dilakukan vaksinasi pada saat anak masih berusia 12-15 tahun. Biasanya vaksinasi ini disertai dengan vaksin gondong dan juga rubella.

Cara mengobati penyakit campak secara alami bisa dilakukan dengan menggunakan bahan dua genggam beras dan kemudian direndam. Kemudian ambilah daun asam jawa dan 2 kunyit yang besarnya se-ibu jari kemudian di tumbuk sampai halus. Caranya adalah dengan membuat bedak dingin yang dibentuk seperti bola-bola kecil, kmudian dijemur hingga mengering dan cara menggunakannya adalah dengan mengoleskan bedak tersebut pada bagian yang terkena campak.

Cara mengobati penyakit campak atau tampek adalah dengan memarut dan memeras jagung muda. Keudian air dari hasil tumbukkannya ini digunakan untuk bedak. Jika penyakit campak ini menimbulkan demam yang tinggi, minumlah air kepala hingga demam hilang.

Cara membuat ramuan yang bisa dipakai untuk mengobati penyakit campak atau tampek adalah membuat ramuan yang terbuat dari segenggm tepung beras, 3 siung kencur, dan asam jawa sedikit saja. Kemudian dicampurkan semua bahannya dan aduk hingga merata. Oleskan ramuan ini pada bagian yang campak. Lakukan hal ini 3 kali sehari.

Penularan Penyakit Campak

Hal yang mempengaruhi atau juga distribusi dari penyakit campak atau tampek adalah :

  1. Orang
    Penyakit campak atau tampek adalah salah satu bentuk penyakit menular yang bisa menyerang anak-anak yang usianya dibawah 15 bulan, anak usia sekolah dan juga untuk anak remaja. Penyebaran dari penyakit campak atau tampek ini berdasarkan dari usia yang berbeda dari satu daerah pada daerah yang lainnya, semuanya tergantung dari kepadatang penduduk, dan terisolasi atau tidaknya daerah tadi. Pada daerah urban dengan penduduk yang tinggi maka transmisi dari penyakit campak atau tampek bisa terjadi dengan sangat tinggi.
  2. Tempat
    Berdasarkan dari lokasi penyakit campak atau tampek yang berbeda, dimana daerah perkotaan baisanya menjadi siklus epidemi penyakit campak yang biasnaya terjadui setiap kurang lebih 2-3 tahun sekali, dan sedangkan pada daerah seperti pedesaan penyakit campak atau tampek biasanya frekuensinya jarang terjadi, namun jika sewaktu-waktu terjadi penyakit campak, maka serangan yang muncul bisa menjadi seperti wabah dan kemudian akan menyerang golongan umur yang rentan.
  3. Waktu
    Dari suatu hasil penelitian retrospektif yang dilakukan, penyakit campak atau tampek di Indonesia yang terjadi sepanjang tahun, dimana terjadinya peningkatan kasus di bulan Maret dan kemudian mencapai puncaknya sekitar bulan Mei, Agustus, September, serta oktober. Hal ini dilakukan pada tahun 1989.

Penyakit campak atau tampek bisa menimbulkan komplikasi yang terjadi. Komplikasi yang terjadi bisa diakibatkan karena adanya penurunan sistem imunitas tubuh dengan umum sehingga bisa dengan mudah mengalami infeksi secara tumpangan. Hal yang tidak diinginkan adalah bahwa komplikasi yang terjadi bisa mengakibatkan terjadinya kematian pada balita, dan keadaan seperti inilah yang mudah terjadi seperti komplikasi sekunder : sakit telingan akut atau otitis media akut, ensefalitis, bronchopneuumoniae, dan enteritis.

Komplikasi Penyakit Campak

Komplikasi penyakit campak atau tampek adalah :

  1. Bronchopnemonia
    Biasanya hal ini terjadi jika ada virus campak yang menyerang ke bagian epitel pada saluran nafas sehingga akan membuat peradangan pada paru-paru yang disebut dengan penyakit pneumonia.
  2. Otitis media akut
    Pada sakit telinga akut ini biasanya disebabkan karena invasi dari virus campak yang masuk ke dalam telinga tengah. Kemudian gendang telinga tadi baisanya menjadi hyperemia untuk fase prodmoral dan juga untuk stadium erupsi. Jika memang terjadi suatu invasi dari bakteri yang ada pada lapisan sel mukosa yang mengalami kerusakan akibat dari invasi virus yang terjadi pada kasus otitis media purulenta.
  3. Ensefalitis
    Keadaan seperti ini merupakan salah satu bentuk komplikasi yang terjadi secara neurologic yang biasanya jarang terjadi. Namun hal ini biasanya muncul pada hari ke 4-7 setelah ruam muncul. Kejadiaan yang seperti ensefalitis ini terjadi paling tidak sekitar 1 dalam 1.000 kasus campak, dengan kasus CFR yang berkisar antara 30-40%. Terjadinya kasus ensefalitis ini bisa terjadi lewat mekanisme imunologik atau juga lewat invansi secara langsung pada virus campak yang masuk ke dalam otak.
  4. Enteritis
    Enteritis biasanya terdapat pada beberapa anak yang mengalami masalah campak, penderita biasanya akan mengalami muntah dan juga mencret dalam kasus fase prodmoral. Keadaan yang seperti ini terjadi sebagai salah satu akibat dari invasi virus yang masuk ke dalam sel mukosa di dalam usus.

Penyakit Campak Atau Tampek

Posted in Penyakit Campak | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Campak Dan Pencegahannya

Penyakit Campak Dan Pencegahannya – Rubeola, yang juga disebut campak 10 hari atau campak merah, adalah suatu infeksi saluran napas atas yang disebabkan oleh paramiksovirus. Campak biasanya dijumpai pada anak dan ditularkan dari orang ke orang melalui percikan liur (droplet) yang terhirup. Masa inkubasi asimtomatiknya adalah 7 sampai 12 hari sebelum penyakit muncul. Penyakit inis angat menular. Penyakit aktif ditandai oleh gejala-gejala awal (prodmoral) yang diikuti oleh ruam.

Penyakit Campak Dan Pencegahannya

Penyakit Campak Dan Pencegahannya

Penyakit Campak

Gejala prodmoral mencakup demam tinggi, batuk menyalak, pilek, pembesaran kelenjar getah bening.

Infeksi aktif ditandai oleh :

  • Bercak koplik di mukosa pipi (bukal). Bercak koplik adalah titik putih yang dikelilingi oleh cincin kemerahan
  • Suatu ruam makulopapular disertai eritema pada sekitar hari ke 3 atau ke 4. Ruam berawal di wajah, menyebar ke badan, dan akhirnya ekstremitas. Ruam biasanya menetap sekitar 4 hari.

Diagnosis biasanya dibuat berdasarkan riwayat dan hasil pemeriksaan fisik. Ensefalitis campak adalah komplikasi rubeola yang relatif sering dijumpai. Komplikasi ini dapat disebabkan oleh virus campak itu sendiri atau akibat infeksi bakteri sekunder. Pemulihan biasanya terjadi sempurna, tetapi dapat juga terjadi kerusakan otak yang menetap dan kematian. Dapat timbul pneumonia setelah campak.

Penatalaksanaan Penyakit Campak

Penatalaksanaan dari penyakit campak ini adalah dengan terapi primer. Terapi primer adalah pencegahan dengan vaksinasi menggunakan virus hidup yang telah dilemahkan pada usia 15 bulan setelah kelahiran. Pemberian ulang dilakukdilakukan pada usia 4 sampai 5 tahun dan terkadang pada usia remaja. Terapi infeksi campak bersifat suportif dan mungkin memerlukan antibiotik apabila terjadi bakteri sekunder.

Penyakit Campak dan Pencegahannya

Penyakit campak dan pencegahannya yang bisa dilakukan adalah :

  1. Pencegahan pridmordial
    Penyakit campak dan pencegahannya yang dilakukan dengan cara mencegah munculnya berbagai faktor dari predisposisi atau juga resiko dalam mengalami penyakit campak. Dan sasaran dari pencegahan penyakit campak secara pridmordial ni adalah untuk anak-anak yang masih sehat dan juga masih belum mempunyai resiko yang  besar agar tidak menjadi faktor resiko yang tinggi dalam kasus penyakit campak. Selain itu, edukasi atau pendidikan yang diberikan pada orang tua anak merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam membantu meningkatkan peranan pada penyakit campak dan pencegahannya sevaa pridmordial. Tindakan yang harus dilakukan adalah seperti bentuk penyuluhan tetang pendidikan pada kesehatan, selain itu bentuk konseling pada nutrisi dan juga dalam hal penataan dari rumah yang harus dilakukan dengan baik.
  2. Pencegahan primer
    Penyakit campak dan pencegahannya secara primer adalah untuk orang-orang yang mempunyai resiko tinggi misalnya adalah pada anak-anak yang belum mengalami campak, namun berpotensi besar untuk mengalami campak. Pada pencegahan primer yang dilakukan ini juga harus lebih mengenal pada faktor-faktor yang bisa berpengaruh besar dari terjadinya penyakit campak dan juga sabagai salah satu bentuk upaya untuk menghilangka faktor penyebab tersebut.

Penyuluhan yang diberikan adalah dalam bentuk pemberian edukasi atau pendidikan mengenai penyakit campak tentang latihan mengenai pengetahuan. Dan disamping pada penderita campak, baisanya edukasi atau pendidikan yang juga memang diberikan untuk anggota keluarga, kelompok masyarakat dengan resiko tinggi serta dari pihak yang mempunyai rencana akan kebijakan kesehatan. Dan selain itu, berbagai materi yang dibutuhkan adalah diberikan kepada pasien penderita penyakit campak merupakan definisi dari penyakit campak. Penyakit campak, dan juga faktor-faktor yang juga memberikan pengaruh pada munculnya penyakit campak dan juga usaha dalam menekan terjadinya penyakit campak, pengelolaan penyakit campak dengan umum, dan pencegahan serta pengenalan mengenai komplikasi yang terjadi pada penyakit campak.

Pencegahan penyakit campak yang dilakukan adalah dengan melakukan vaksinasi. Pemberian vaksinasi ini harus dilakukan dengan rutin dan teratur, dilakukan pada bayi yang berusia sekitar 9-15 bulan. Kemudian vaksin yang digunakan adalah jenis vaksin Scwarz vaccine yakni adalah vaksin hidup yang dioleh menjadi lemah. Vaksin ini kemudian diberikan ddengan subkutan dengan jumlah sebanyak 0,5 ml. Dan vaksin campak juga tidak bisa diberikan pada wanita yang sedang hamil, anak dan juga penderita penyakit tbc yang tidak diobati serta untuk penyakit leukemia.

Vaksin campak yang diberikan adalah vaksin monovalen atau juga polivalen yakni adalah vaksin measles-mumps-rubella ata MMR. Vaksin monovalen ini diberikan untuk bayi yang berusia 9 bulan, sedangkan pada vaksin polivalen biasanya diberikan untuk anak yang berusia 15 bulan. Sangat penting sekali untuk memperhatikan tempat penyimpanan dan juga transportasi dari vaksin yang harus diletakkan pada temperatur diantara 2 derajat celcius- 8 derajat celcius atau sekitar kurang lebih 4 derajat celcius. Vaksin ini juga harus dihindari dari sinar matahari secara langsung. Karena mudah rusak akibat zat pengawet atau juga akibat dari bahan kimia dan setelah dibuka hanya sekitar bertahan selama 4 jam.

Pencegahan sekunder yang dilakukan adalah sebagai salah satu bentuk usaha dan mencegah atau juga dalam menghambat munculnya komplikasi dengan segala tindakan misalnya adalah seperti melakukan tes penyaringan yang biasanya lebih ditujukan untuk mendeteksi secara dini dari penyakit campak serta menangani dengan segera dan dilakukan dengan lebih efektif. Tujuan yang paling utama dari kegiatan pencegahan secara sekunder ini adalah dalam membantu mengidentifikasi orang-orang yang tidak memberikan gejala yang sudah sakit atau juga oleh orang-orang yang mempunyai resiko besar dalam mengembangkan atau juga membuat penyakit tersebut menjadi semakin parah.

Penyakit Campak Dan Pencegahannya

Posted in Penyakit Campak | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penularan Campak

Penularan Campak – Penyakit Campak atau nama lainnya measles atau rebuola adalah penyakit akut yang sangat menular. Disebabkan oleh infeksi virus yang umumnya menyerang anak-anak. Campak memiliki gejala klinis khas yaitu terdiri dari 3 stadium yang masing-masing mempunyai ciri khusus :

  1. Stadium masa tunasberlangsung kira-kira 10-12 hari, suhu tubuh dapat meningkat sedikit 9-10 hari sejak mulai infeksi dan turun dalam 24 jam. Pasien dapat menularkan virus pada hari ke 9/10 setelah paparan sebelum penyakit dapat didiagnosis.
  2. Stadium prodromal, berlangsung 3-5 hari, ditandai dengan demam ringan sampai sedang, gejala pilek, batuk yang meningkat, serta konjungtivis, kemudian ditemukan ruam kemerahan pada mukosa pipi (bercak koplik)
  3. Stadium akhirdengan keluarnya ruam dari belakang telinga dan menyebar ke muka, badan, lengan, dan kaki. Ruam timbul didahului dengan suhu badan yang meningkat, kemudian normal kembali secara cepat. Selanjutnya ruam menghitam dan mengelupas.
Penularan Campak

Penularan Campak

Penyakit Campak

Penularan campak sangat efektif dengan sedikit virus yang infeksius sudah dapat menimbulkan infeksi pada seseorang. Penularan campak terjadi melalui percikan ludah yang keluar dari batuk, bersin, atau pilek. Pasien campak tanpa komplikasi/ penyulit dapat berobat jalan, tanpa perawatan dirumah sakit. Anak harus diberi cukup cairan dan kalori sedangkan pengobatan bersifat simptomatik dengan pemberian antipiretik untuk menurunkan demam, obat batuk/pilek, dan penenang jika diperlukan. Sedangkan campak dengan komplikasi perlu dirawat inap dirumah sakit. Vitamin A 100.000 IU per oral diberikan satu kali apabila terdapat malnutrisi dilanjutkan 1500 IU tiap hari.

Pencegahan Penyakit Campak

Pencegahan Penularan Campak dilakukan dengan pemberian imunisasi aktif pada bayi berumur 9 bulan atau lebih. Program imunisasi campak secara luas baru dikembangkan pelaksanaannya pada tahun 1982.

Reaksi KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) imunisasi campak yang banyak dijumpai terjadi pad aimunisasi ulang pada seseorang yang telah memiliki imunitas sebagian akibat imunisasi dengan vaksin campak dari virus yang dimatikan. KIPI imunisasi campak telah menurun dengan digunakannya vaksin campak yang dilemahkan. Gejala KIPI berupa demam diatas 39,5 derajat celcius yang dimulai pada hari ke-5 dan 6 setelah imunisasi dan berlangsung selama 2 hari.

Berbeda dengan infeksi alami, demam tidak tinggi, walaupun tetap dapat merangsang terjadinya kejang demam. Ruam dapat dijumpai pada 5% pasien, timbul pad hari ke 7 hingga 10 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 4 hari. Reaksi KIPI berat jika ditemukan gangguan sistem syaraf pusat seperti infeksi otak (ensefalitis), diperkirakan resiko terjadinya kedua efek samping tersebut 30 hari setelah imunisasi.

Komplikasi Penyakit Campak

Komplikasi penyakit campak yang terjadi adalah resistensi yang umum mengalami penurunan sehingga bisa terjadi suatu anergi (uji tuberkulin yang awalnya positif kemudian akan berubah menjadi negatif). Hal ini biasanya akan menunjukkan bahwa antigen pada antibodi si pasien biasanya menjadi sangat kurang kemampuannya dalam bereaksi pada suatu infeksi yang terjadi. Oleh sebab itulah, resiko dari terjdinya komplikasi penyakit campak biasanya akan emnjadi sangat besar dan paling utama jika sebelumnya keadaan yang umum pada anak menjadi kurang baik, misalnya adalah pada pasien dengan kasus malnutrisi atau juga mengalami penyakit kronis yang lain. Komplikasi yang muncul pada penyakit campak adalah :

  1. Laringitis akut
  2. Penyakit pneumonia
  3. Penyakit ensefalitis
  4. Subacute sclerosing panencephalitis atau SSPE
  5. Sakit telinga atau otitis media
  6. Enteritis
  7. Konjungtivis
  8. Miokarditis
  9. Tuberkulosis atau Penyakit tbc

Diagnosis Penyakit Campak

Diagnosis yang ditegakkan adalah :

  1. Anamnesis
    Biasanya muncul demam tinggi yang terjadi secara terus menerus dengan gejala batuk, pilek, nyeri saat menelan, mata merah dan juga silau disaat sedang terkena oleh cahaya, seringkali disertai juga dengan penyakit diare. Biasanya pada hari ke 4-5 demam akan menimbulkan ruam pada kulit yang disertai dengan suhu mengalami peningkatan menjadi semakin tinggi dibandingkan semula.
  2. Pemeriksaan fisik
    Biasanya akan ditemukan suatu tanda patognomonil yakni dalam bentuk bercak koplik pada mukosa pipi dibagian depan molar tiga. Kemudian setelah itu akan muncul ruam makulopapular yang kemudian akan dimulai dengan dari batas rambut pada bagian belakang telinga, kemudian akan menyebar menuju ke seluruh wajah, leher dan kemudian pada bagian ektremitas.
  3. Laboratorium
    Pemeriksaan yang dilakukan akan menunjukkan darah tepi, isolasi dan juga identifikasi pada virus, serologi, dan pemeriksaan untuk komplikasi yang ditimbulkan.

Ruam yang muncul pada penyakit campak ini harus dibedakan dari eksantema subitum, rubella, dan juga infeksi ari enterovovirus, virus koksaki serta adenovirus, mononukleus infeksiosa, toksoplasmosis, meningokoksemia, demam scarlet, dan penyakit reckettsia, penyakit serum, serta penyakit kawasaki dan ruam yang terjadi akibat obat.

Prognosis yang baik juga pada anak dengan kondisi yang biasanya terjadi namun pada prognosis yang buruk jika kondisi umum menjadi lebih buruk, anak yang sedang mengalami suatu penyakit kronis atau juga memang ada suat komplikasi yang terjadi. Selain itu, morbiditas pada penyakit campak yang memang juga dipengaruhi dari beberapa hal dibawah ini :

  1. Hipertemia
  2. Kurangnya asupan nutrisi
  3. Resiko terjadinya komplikasi.

Pada pasien campak biasanya akan nampak seperti komplikasi dengan cara berobat jalan pengobatan ini lebih bersifat seperti simtomatik dengan cara pemberian obat antipiretik dan lainnya.

Penularan Campak

Posted in Penyakit Campak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Campak

Penanganan Campak  – Penyakit Campak merupakan penyakit virus yang mudah sekali menular dan dapat mendatangkan komplikasi serius. Hampir semua anak dibawah 5 tahun akan terserang penyakit ini, campak juga biasanya menyerang anak remaja atau dewasa muda yang tidak terlindungi oleh imunisasi. Penyakit campak sebetulnya tidak berakibat fatal apabila menyerang anak-anak yang sehat dan bergizi baik karena campak disebabkan oleh virus sehingga bila sistem imunitas kurang akan menjadi sangat berbahaya. Campak hanya akan menulari sekali seumur hidup, tapi bila daya tahan tubuh kuat, bisa saja anak tdak terkena campak sama sekali.

Penanganan Campak

Penanganan Campak

Penyakit Campak

Campak biasanya ditularkan melalui udara saat penderita batuk atau bersin ke dalam udara. Campak merupakan salah satu infeksi manusia yang paling mudah ditularkan. Berada didalam ruangan yang sama dengan seseorang penderita campak dapat mengakibatkan infeksi.

Penderita penyakit campak biasanya dapat menularkan penyakit dari saat sebelum gejala timbul sampai empat hari setelah ruam atau bercak merah timbul, dalam istilah kedokteran bercak merah disebut makulopapuler.

Biasanya bercak memenuhi seluruh tubh dalam waktu sekitar satu minggu. Namun bila daya tahan tubuhnya baik maka bercak merahnya tak terlalu menyebar dan tak terlalu penuh. Ada yang beranggapan dan harus diluruskan, yaitu bercak merah pada campak harus keluar semua karena kalau tidak justru malah akan membahayakan penderita.
Sebenarnya jumlah bercak menandaqkan ringat beratnya penyakin, semakin banyak jumlahnya berarti semakin berat penyakitnya. Dokter akan mengusahakan agar pada anak tidak sampai muncul disekitar tubuh.

Gejala Penyakit Campak

Beberapa dibawah ini adalah gejala-gejala yang harus kita kenali dari penyakit campak :

  • Fase pertama disebut masa inkubasi berlangsung sekitar 10-12 hari. Pada fase ini , anak sudah mulai terkena infeksi , tetapi belum tampak gejala apapun.
  • Fase kedua disebut fase prodormal akan timbul gejala lelah, demam, batuk, hidung beringus, mata merah, berair, dan perih, terkadang anak juga mengalami diare.
  • Fase ketiga ditandai dengan keluarnya bercak merah seiring dengan demam tinggi yang terjadi. Namun, bercak tidak langsung muncul diseluruh tubuh, melainkan bertahap dan merambat. Mulai dari belakang dada, muka, tangan, dan kaki. umumnya jika bercak merahnya sudah keluar, demam akan turun dengan sendirinya. Bercak merahpun makin lama makin menjadi kehitaman da bersisik (hiperpigmentasi), rontok , dan sembuh dengan sendirinya.

Cara Penanganan Campak

Cara penanganan campak :

  1. Bila campaknya ringan , penanganan campak anak cukup dirawat dirumah tetapi jika campaknya berat sampai terjadi komplikasi maka harus dirawat dirumah sakit.
  2. Beberapa penderita campak mengalami komplikasi yang termasuk infeksi telinga, penyakit diare, radang otak (ensefalitis), radang paru-paru (broncho pneumonia), sehingga memerlukan rawat inap dirumah sakit. Komplikasi dapat terjadi karena virus campak menyebar melalui aliran darah ke jaringan tubuh lainnya dan paling sering menimbulkan kematian pada anak adalah komplikasi radang paru-paru dan radang otak.
  3. Anak perlu mendapatkan penanganan campak dengan dirawat ditempat tersendiri agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain, terutama bila ada bayi dirumah yang belum mendapat imunisasi.
  4. Lakukan pengobatan yang tepat dengan berkonsultasi pada dokter.
  5. Bagi penderita asupan makanan bergizi seimbang dan cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
  6. Penanganan dengan menjaga kebersihan tubuh anak dengan tetap memandikannya karena masih banyak orangtua yang memperlakukan anak secara salah, seperti anak tidak dimandikan. Dikhawatirkan keringat yang melekat pada tubuh anak menimbulkan rasa lengket dan gatal yang mendorongnya menggaruk kulit dengan tangan yang tidak bersih sehingga terjadi infeksi berupa bisul-bisul kecil bernanah.
  7. Istirahat yang cukup.

Pencegahan Penyakit Campak

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah datangnya penyakit campak. Perlindungan terbaik terhadap penyakit campak adalah imunisasi denga dua dosis vaksin MMR. Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap infeksi campak disamping gondong dan Rubella. Vaksin MMR harus diiberikan kepada anak-anak usia 12 bulan dan dosis kedua harus diberikan pada usia 4 tahun. Lebih aman jika menerima vaksin lebih dari dua kali, maka jika tidak yakin maka harus vaksinasi untuk meningkatakan imunitas terhadap campak.

Pengobatan yang dilakukan pada penanganan campak adalah dengan cara berobat jalan. Tidak ada obat campak yang bisa digunakan secara langsung dan juga bisa bekerja pada virus campak. Anak biasanya akan membutuhkan waktu istirahat di tempat tidur, kompreslah dengan menggunakan air hangat jika anak menderita demam tinggi. Selain itu, anak juga harus diberikan cukup cairan dan juga makanan yang mengandung klalri yang cukup. Sedangkan unutk pasien maka harus diperhatikan dengan sangat baik mengenai perbaikan kebutuhan dari cairan, diet yang harus disesuaikan dengan kebutuhan dari si penderita dan juga diberikan vitamin A sebanyak 100.000 IU dalam sekali oral. Apabila jika terjadi suatu malnutrisi atau pemberian dari vitamin A yang ditambahkan dengan 1500 IU dalam setiap harinya. Dan jika memang terjadi suatu komplikasi, maka harus dilakukan pengobatan dalam membantu mengatasi komplikasi yang muncul tadi misalnya adalah seperti :

  1. Sakit telinga tengah atau otitis media
  2. Mengalami ensefalitif
  3. Mengalami bronchopneumonia
  4. Enteritis

Bentuk pencegahan lainnya yang harus dilakukan adalah dengan melakukan upaya pencegahan yang muncul akibat komplikasi. Dan biasanya pada kegiatan yang dilakukan antara lain adalah dalam mencegah terjadinya perubahan dari suatu komplikasi menjadi suatu kecatatan tubuh dan juga melakukan proses rehabilitasi yang dilakukan sedini mungkin untuk penderita yang mengalami masalah kecacatan.

Penanganan Campak

Posted in Penyakit Campak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Vaksin Penyakit Campak

Vaksin Penyakit Campak – Ibu yang telah mempunyai beberapa anak sudah mengenal gejala dan tanda penyakit campak. Memang tidak semua bercak-bercak merah pada kulit wajah, leher, dan seluruh tubuh berarti campak. Ada lebih dari lima penyakit yang menyerupai campak.

Vaksin Penyakit Campak

Vaksin Penyakit Campak

Penyakit Campak

Gejala awal campak berupa demam, timbul pilek hebat yang disertai timbulnya kemerahan pada mata. Anak silau menatap cahaya, mata berair, yang sangat mirip dengan sakit mata merah.

Bercak merah pertama muncul di belakang daun telinga, lalu menyebar ke leher, dada dan kemudian ke seluruh tubuh. Ada satu tanda yang sangat khas pada penyakit ini, yaitu timbulnya bercak koplik pada selaput lendir mulut di bagian pipi. Bercak ini cepat sekali menghilang. Tampak sebagai noktah berwarna putih kelabu yang tidak dimiliki oleh penyakit lain. Hanya dengan menemukan adanya bercak koplik ini, kita dapat memastikan bahwa seorang anak sedang mengidap penyakit campak. Selain itu juga adanya peradangan mata yang menyertai bercak merah pada kulit, yang kemunculannya dimulai pada belakang daun telinga dan menghilang secara berangsur-angsur setelah menetap untuk beberapa minggu berupa bercak kehitaman.

Penyakit campak sendiri tidak berbahaya. Penyakit itu sembuh sendiri dengan atau tanpa komplikasi. Kematian terjadi jika komplikasi menjadi buruk ketika kondisi tubuh anak pun buruk. Anak-anak kurang gizi, yang sedang mengidap penyakit TBC, dan yang sakit-sakitan, lebih sulit menghadapi komplikasi campak yang dideritanya. Ini karena pada penyakit campak, daya tahan tubuh menjadi sangat menurun. Jadi, kemungkinan terserang berbagai jenis bibit penyakit semakin mudah.

Penyakit ini sangat menular. Virus bersarang di rongga hidung dan menyebar ke udara di sekitarnya. Anak-anak sekolah dapat tertular dari seorang teman yang sedang menderita campak. Hanya mereka yang pernah terkena atau pernah divaksinasi yang dapat terbebas dari bahaya penularan.

Kira-kira seminggu sehabis kontak dengan penderita, gejala campak muncul pada anak yang tercemar virus campak. Demikian seterusnya, estafet penyakit dapat terjadi dalam satu keluarga yang beranak banyak. Sembuh yang satu giliran yang lainnya sakit secara bergantian.

Vaksin Penyakit Campak (Morbili)

Imunisasi diberikan untuk mendapat kekebalan terhadap penyakit campak secara aktif. Vaksin campak mengandung virus campak yang telah dilemahkan. Vaksin campak yang beredar di Indonesia dapat diperoleh dalam bentuk kemasan kering tunggal atau dalam kemasan kering dikombinasi dengan vaksin gondongan/bengok (mumps) dan rubella (campak Jerman). Di Amerika Serikat terakhir ini dikenal dengan nama vaksin MMR (Measles-Mumps-Rubella vacine).

Cara Imunisasi atau Vaksin Penyakit Campak

Bayi baru lahir biasanya telah mendapat kekebalan pasif terhadap penyakit campak dalam kandungan dari ibunya. Makin lanjut umur bayi, makin berkurang kekebalan pasif tersebut. Waktu berumur enam bulan biasanya sebagian dari bayi tidak mempunyai kekebalan pasif lagi. Dengan adanya kekebalan pasif ini sangat jarang seorang bayi menderita campak pada umur kurang dari enam bulan.

Menurut WHO (1973) imunisasi campak cukup satu kali suntikan setelah bayi berumur 9 bulan. Lebih baik lagi setelah ia berumur lebih dari 1 tahun. Karena kekebalan yang diperoleh berlangsung seumur hidup, maka tidak diperlukan imunisasi ulang lagi. Di Indonesia keadaannya berlainan. Kejadian campak masih tinggi dan sering dijumpai bayi menderita penyakit campak ketika masih berumur antara 6-9 bulan, jadi pada saat sebelum ketentuan batas umur 9 bulan untuk mendapat vaksinasi campak seperti yang dianjurkan WHO. Dengan demikian di Indonesia dianjurkan pemberian imunisasi campak pada bayi sebelum bayi berumur 9 bulan, misalnya pada umur 6-9 bulan ketika kekebalan pasif yang diperoleh dari ibu mulai menghilang. Akan tetapi kemudian harus mendapat suntikan ulang setelah berumur 15 bulan.

Jika anak telah benar-benar menderita sakit campak, maka vaksinasi campak tidak perlu diberikan lagi. Masalahnya adalah apakah anak tersebut benar menderita campak. Biasanya seorang ibu mendasarkan dugaan sakit anaknya itu hanya karena adanya demam yang disertai timbulnya bercak merah di kulit. Gejala demam dengan bercak merah tidak hanya pada penyakit campak, tetapi dapat juga dijumpai pada penyakit lain, seperti penyakit “demam 3 hari”, demam berdarah, campak Jerman dan sebagainya.

Vaksin Penyakit Campak sebaiknya tidak diberikan pada anak dengan penyakit gangguan kekebalan (defisiensi imun). Tidak diberikan pada anak yang menderita penyakit keganasan atau sedang dalam pengobatan penyakit keganasan. Sebaiknya imunisasi campak pada ibu hamil ditangguhkan. Pada anak yang pernah menderita kejang, imunisasi campak bisa diberikan seperti biasanya, asalkan dengan pengawasan dokter.

Saat ini, di Indonesia dalam bidang imunisasi Departemen Kesehatan masih memberikan prioritas utama terhadap 7 jenis penyakit yang tergabung dalam Program Pengembangan Imunisasi.

Pemberantasan Penyakit Campak

Tahapan yang dilakukan pada pemberantasan kasus penyakit campak adalah :

  1. Tahap pengendalian campak
    Untuk tahap ini biasanya dilakukan dengan cara meningkatkan cakupan dari imunisasi.
  2. Tahapan pencegahan dengan KLB
    Cakupan dari vaksin penyakit campak yang bisa dipertahankan tinggi lebih dari 80% dan dilakukan dengan merata, teerjadinya suatu penurunan yang tajam dari kasus dan kematian serta kejadian. Penyakit campak sudah bergeser dari usia yang lebih tua, dengan perhitungan KLB antara lain adalah 4-8 tahun.
  3. Tahap eliminasi
    Pada cakupan imunisasi yang terjadi sangat tinggi lebih dari 95% dan juga pada daerah dengan cakupan dari imunisasi nyang rendah yang jumlahnya sangat kecil.

Vaksin Penyakit Campak

Posted in Penyakit Campak | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Campak Jerman

Penyakit Campak Jerman atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan Rubella disebabkan oleh penularan virus Rubella yang disebut juga German measles.

Penyakit Campak Jerman

Penyebab dan Gejala Penyakit Campak Jerman

  1. Penyakit Rubella mirip penyakit campak tetapi tidak seberat penyakit campak yang banyak menyerang dan menimbulkan kematian pada anak balita (sebelum usia sekolah)
  2. Penyakit Rubela hanya menimbulkan demam ringan dan anak menjadi agak rewel. Kemudian si anak sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.
  3. Secara klinis penyakit Rubella juga sulit mengenalnya
  4. Bintik merah di kulit yang pada penyakit campak mudah dikenal masyarakat awam, pada Rubella jarang terlihat. Gejala bintik merah di kulit hanya timbul pada 15-20% penderita Rubella
  5. Gejala lain seperti pilek, mata merah, dan batuk, tidak ditemukan pada Rubella

Hingga karena gejala klinis Penyakit Campak Jerman yang ringan dan tidak menimbulkan kematian, penyakit Rubella kurang mendapat perhatian dari para klinisi. Demikian juga perhatian dari pemerintah masih kurang sekali.

Terlihat belum ada program vaksinasi Rubella oleh Departemen Kesehatan. Padahal bila dihitung secara epidemiologi dengan perkiraan angka kelahiran 2,5%, jumlah wanita usia subur adalah 45 juta dan masih ada 86% perempuan yang beresiko tertular virus Rubella seperti hasil penelitian sebelumnya. Diperhitungkan setiap tahun mungkin lahir anak yang cacat akibat infeksi Rubella sebanyak 700.000 anak.

Penyakit Campak Jerman

Penyakit Campak Jerman

Penyakit Campak Jerman Pada Ibu Hamil

Akibat Penyakit Campak Jerman yang serius, bila terjadi pada ibu hamil. Apalagi  bila infeksi virus Rubella terjadi pada ibu hamil muda. Anak yang dikandung akan cacat berupa tuli, buta, atau kelainan yang timbul setelah anak lebih besar yaitu gangguan pertumbuhan, gangguan faktor-faktor dalam darah, atau penyakit Diabetes atau gangguan fungsi hati

Vaksinasi Penyakit Campak Jerman

Sudah saatnya Pemerintah memberikan vaksin Rubella, hal ini dikarenakan :

  1. Vaksin untuk pencegahan penyakit Rubella sudah tersedia di pasaran
  2. Kita sudah memiliki tenaa ahli, teknologi dan pengalaman dalam bidang imunisasi
  3. Sebetulnya dengan memberikan vaksinasi sekali dalam seumur hidup pada wanita subur sebelum memasuki pernikahan, sudah cukup untuk menghindari infeksi yang sudah disebutkan di atas
  4. Perhitungan secara finansial, biaya vaksinasi untuk 45 juta wanita usia subur sebesar 45 milyar rupiah.

Teknik pengumpulan sasaran vaksinasi Rubella dengan menjaring siswi yang akan masuk tahun ajaran baru di SMP dan SMA, Universitas. Teknik ini sudah dilakukan dalam program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah).

Penyakit campak jerman bisa menjadi sangat berbahaya untuk janin yang sedang dikandung. Karena komplikasi yang muncul pada penyakit ini terhitung menjadi sangat jarang. Namun, masih harus diwaspadai jika penyakit campak jerman menyerang ibu yang sedang hamil karena hal ini bisa menularkannya kepada janin lewat dari plasenta. Virus penyakit campak jerman yang bisa memunculkan suatu sindrom rubella kongenital pada bayi yang memang baru saja dilahirkan. Sindrom penyakit ini bisa menyebabkan mata pada bayi mengalami katarak, mengalami ketulian pada pendengaran dan terjadi pengapuran di dalam otak sehingga bisa mengakibatkan anak mengalami masalah keterbelakangan dalam berkembang. Jika ibu hamil mengalami serangan virus pada trisemester I kehamilan, maka bisa menyebabkan terjadinya keguguran. Walaupun akibat yang muncul sangat banyak pada janin, namun virus rubella biasanya tidak akan bertahan dalam  waktu lama di tubuh kita. Jadi sangat tidak benar, jika seorang wanita subur yang terserang penyakit campak jerman dilarang untuk hamil sampai kapanpun.

Penting sekali untuk ibu yang sedang hamil yang memang belum pernah mengalami serangan penyakit campak Jerman dalam menghindari sebisa mungkin dari pemaparan dan juga melakukan kontak dengan si penerita. Jika sudah pernah terserang, maka biasanya akan kebal seumur hidup, dan paling utama jika kondisi tubuh dari si penderita sedang dalam keadaan sehat dan sistem daya imunnya tinggi. Jika memang sudah terlanjur mengalami kontak langsung dan kemudian menimbulkan gejala, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter dalam mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi mengenai penyakit campak jerman.

Biaanya untuk penyakit campak jerman maka akan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa melakukan terapi. Tidak ada pengobatan yang khusus yang dilakukan pada penyakit campak jerman. Terapi yang bsia dilakukan biasanya lebih bersifat kepada terapi pendukung, untuk mengatasi gejala yang muncul. Selain itu, infeksi yang terjadi pada sekit telinga tengah atau otitis media bisa saja diobati dengan menggunakan pemberian obat antibiotik. Dalam membantu menurunkan demam maka biasanya anak akan diberikan acetaminophen.

Hal yang bisa dilakukan pada penyakit campak jerman adalah dengan pemberian vaksin rubella merupakan salah satu jalan alternatif. Sangat dianjurkan sekali dalam melakukan imunisasi atau pemberian vaksin MMR kepada setiap anak, dan yang paling utama adalah untuk anak perempuan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu mengantisipasi terjadinya infeksi penularan penyakit campak jerman dalam melindungi janin yang ada di dalam kandungannya nanti. Kekebalan ini biasnaya akan diturunkan pada bayi yang dikandungnya sampai usia 9 bulan.

Selain itu, vaksin penyakit campak jerman juga bisa diberikan untuk orang dewasa dan juga paling utama adalah wanita yang sedang hamil atau juga wanita yang sedang merencanakan program hamil selama 3 bulan setelah proses pemberian vaksin.

Penyakit Campak Jerman

Posted in Penyakit Campak | Tagged , , , , , , , , , , | 1 Comment

Penyakit Campak Pada Anak

Penyakit Campak Pada Anak (Rubeola) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Campak merupakan penyebab kematian bayi umur kurang dari 12 bulan dan anak usia 1-4 tahun. Diperkirakan 30.000 per tahun anak Indonesia meninggal akibat komplikasi campak. Campak berpotensi menyebabkan kejadian luar biasa atau pandemik.

Penyakit Campak Pada Anak

Penyakit Campak Pada Anak

Penyakit Campak Pada Anak

Penyakit Campak Pada Anak adalah penyakit yang disebabkan oleh paramiksovirus, genus morbili. Virus campak dapat hidup dan berkembang biak pada selaput lendir tenggorok, hidung, dan saluran pernapasan. Penularan penyakit campak berlangsung sangat cepat melalui udara atau semburan ludah (droplet) yang terisap lewat hidung atau mulut. Penularan terjadi pada masa fase kedua hingga 1-2 hari setelah bercak merah timbul.

Penampilan klinis Penyakit Campak Pada Anak dapat dibagi menjadi 3 tahap, sebagai berikut :

  1. Fase pertama disebut masa inkubasi yang berlangsung sekitar 10-12 hari, pada tahap ini orang yang sakit belum memperlihatkan gejala dan tanda sakit
  2. Pada fase kedua (fase prodormal) barulah timbul gejala yang mirip penyakit flu, seperti batuk, pilek dan demam tinggi dapat mencapai 38-40 derajat Celcius, mata merah berair, mulut muncul bintik putih (bercak Koplik) dan kadang disertai mencret
  3. Fase ketiga ditandai dengan keluarnya bercak merah seiring dengan demam tinggi yang terjadi. Namun, bercak tidak langsung muncul di seluruh tubuh, melainkan bertahap dan merambat. Bermula dari belakang telinga, leher, dada, muka, tangan, dan kaki. Warnanya pun khas; merah dengan ukuran yang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Biasanya bercak memenuhi seluruh tubuh dalm waktu sekitar 1 minggu dan jika bercak merahnya sudah keluar, demam akan turun dengan sendirinya

Komplikasi Penyakit Campak Pada Anak

Biasanya, komplikasi sering terjadi pada anak-anak dibawah usia 5 tahun dan anak-anak dengan gizi buruk. Komplikasi dapat terjadi berupa radang telinga tengah, radang paru (pneumonia) atau radang otak (ensefalitis). Kematian pada penyakit campak bukan karena penyakit campaknya sendiri, melainkan karena komplikasinya (radang otak atau paru).

Pengobatan Penyakit Campak Pada Anak

Bagi dokter yang sudah berpengalaman, penyakit campak dapat diketahui melalui tanya jawab dan pemeriksaan terhadap tanda-tanda yang muncul pada pasien. Namun bila diperlukan kepastian terhadap penyakit campak, maka perlu dilakukan pemeriksaan khusus, yaitu pembiakan virus atau serologi campak.

Tidak ada obat campak spesifik untuk mengobati penyakit campak. Obat yang diberikan hanya untuk mengurangi keluhan pasien (demam, batuk, diare, kejang). Pada hakikatnya penyakit campak akan sembuh dengan sendirinya. Vitamin A dengan dosis tertentu sesuai dengan usia anak dapat diberikan untuk meringankan perjalanan penyakit campak (agar tidak terlalu parah). Jika anak menderita radang paru dan otak sebagai komplikasi dari campak, maka anak harus segera di rawat dirumah sakit.

Pencegahan Penyakit Campak Pada Anak

Tidak jauh berbeda dengan gondongan, upaya pencegahan penyakit campak dilakukan dengan cara menghindari kontak dengan penderita, meningkatkan daya tahan tubuh dan vaksinasi campak.

Vaksin Campak

Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas. Jika hanya mengandung campak, vaksin diberikan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.

Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif, dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir dari ibu yang telah kebal (berlangsung slama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah bayi berumur lebih dari 1 tahun, bayi yang tidak mendapatkan imunisasi dan remaja serta dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua sehingga merekalah yang menjadi target utama pemberian imunisasi campak.

Vaksinasi campak di Indonesia termasuk dalam imunisasi rutin, diberikan pada bayi umur 9 bulan. Kadar antibodi campak tidak dapat dipertahankan sampai anak menjadi dewasa. Pada usia 5-7 tahun, sebanyak 29,3% anak pernah menderita campak walaupun pernah diimunisasi. Sedangkan kelompok 10-12 tahun hanya 50% yang mempunyai titer antibodi diatas ambang batas.

Pencegahan yang dilakukan dengan pemberian dari imunisasi sendiri terbagi menjadi 2 tahap yakni adalah pasif dan aktif :

  1. Imunisasi atau vaksin aktif
    Imunisasi aktif ini biasanya bisa dirangsang dengan cara memberikan virus campak yang hidup dan kemudian dilemahkan, yang tidak mengalami penyebaran dari kontak lewat individu yang sedang divaksin. Selain itu imunisasi penyakit campak awal bisa juga diberikan pada anak yang berusia 12- 15 bulan namun kemungkinan diberikan dalam waktu lebih awal pada daerah dimana penyakit campak lebih sering terjadi. Kemudian vaksin kedua diberikan pada kasus campak-parotis-rubella yang sudah terindikasi.
  2. Imunisasi pasif
    Imunisasi pasif biasanya dilakukan pada kumpulan dari serum orang dewasa, kumpulan dari serum konvalesen, Globulin plasenta, atau juga pada gamma globulin plasma. Penyakit campak sendiri bisa dicegah dengan cara menggunakan immunoglobulin serum dengan kadar dosis pemberian adalah 0.25 ml/kg yang diberikan dengan cara intramaskuler selama 5 hari yang sesudah proses pemajanan namun lebih baik lagi harus dilakukan dengan sesegera mungkin.

Penyakit Campak Pada Anak

Posted in Penyakit Campak | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment