Penyakit Campak Jerman

Penyakit Campak Jerman atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan Rubella disebabkan oleh penularan virus Rubella yang disebut juga German measles.

Penyakit Campak Jerman

Penyebab dan Gejala Penyakit Campak Jerman

  1. Penyakit Rubella mirip penyakit campak tetapi tidak seberat penyakit campak yang banyak menyerang dan menimbulkan kematian pada anak balita (sebelum usia sekolah)
  2. Penyakit Rubela hanya menimbulkan demam ringan dan anak menjadi agak rewel. Kemudian si anak sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.
  3. Secara klinis penyakit Rubella juga sulit mengenalnya
  4. Bintik merah di kulit yang pada penyakit campak mudah dikenal masyarakat awam, pada Rubella jarang terlihat. Gejala bintik merah di kulit hanya timbul pada 15-20% penderita Rubella
  5. Gejala lain seperti pilek, mata merah, dan batuk, tidak ditemukan pada Rubella

Hingga karena gejala klinis Penyakit Campak Jerman yang ringan dan tidak menimbulkan kematian, penyakit Rubella kurang mendapat perhatian dari para klinisi. Demikian juga perhatian dari pemerintah masih kurang sekali.

Terlihat belum ada program vaksinasi Rubella oleh Departemen Kesehatan. Padahal bila dihitung secara epidemiologi dengan perkiraan angka kelahiran 2,5%, jumlah wanita usia subur adalah 45 juta dan masih ada 86% perempuan yang beresiko tertular virus Rubella seperti hasil penelitian sebelumnya. Diperhitungkan setiap tahun mungkin lahir anak yang cacat akibat infeksi Rubella sebanyak 700.000 anak.

Penyakit Campak Jerman

Penyakit Campak Jerman

Penyakit Campak Jerman Pada Ibu Hamil

Akibat Penyakit Campak Jerman yang serius, bila terjadi pada ibu hamil. Apalagi  bila infeksi virus Rubella terjadi pada ibu hamil muda. Anak yang dikandung akan cacat berupa tuli, buta, atau kelainan yang timbul setelah anak lebih besar yaitu gangguan pertumbuhan, gangguan faktor-faktor dalam darah, atau penyakit Diabetes atau gangguan fungsi hati

Vaksinasi Penyakit Campak Jerman

Sudah saatnya Pemerintah memberikan vaksin Rubella, hal ini dikarenakan :

  1. Vaksin untuk pencegahan penyakit Rubella sudah tersedia di pasaran
  2. Kita sudah memiliki tenaa ahli, teknologi dan pengalaman dalam bidang imunisasi
  3. Sebetulnya dengan memberikan vaksinasi sekali dalam seumur hidup pada wanita subur sebelum memasuki pernikahan, sudah cukup untuk menghindari infeksi yang sudah disebutkan di atas
  4. Perhitungan secara finansial, biaya vaksinasi untuk 45 juta wanita usia subur sebesar 45 milyar rupiah.

Teknik pengumpulan sasaran vaksinasi Rubella dengan menjaring siswi yang akan masuk tahun ajaran baru di SMP dan SMA, Universitas. Teknik ini sudah dilakukan dalam program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah).

Penyakit campak jerman bisa menjadi sangat berbahaya untuk janin yang sedang dikandung. Karena komplikasi yang muncul pada penyakit ini terhitung menjadi sangat jarang. Namun, masih harus diwaspadai jika penyakit campak jerman menyerang ibu yang sedang hamil karena hal ini bisa menularkannya kepada janin lewat dari plasenta. Virus penyakit campak jerman yang bisa memunculkan suatu sindrom rubella kongenital pada bayi yang memang baru saja dilahirkan. Sindrom penyakit ini bisa menyebabkan mata pada bayi mengalami katarak, mengalami ketulian pada pendengaran dan terjadi pengapuran di dalam otak sehingga bisa mengakibatkan anak mengalami masalah keterbelakangan dalam berkembang. Jika ibu hamil mengalami serangan virus pada trisemester I kehamilan, maka bisa menyebabkan terjadinya keguguran. Walaupun akibat yang muncul sangat banyak pada janin, namun virus rubella biasanya tidak akan bertahan dalam  waktu lama di tubuh kita. Jadi sangat tidak benar, jika seorang wanita subur yang terserang penyakit campak jerman dilarang untuk hamil sampai kapanpun.

Penting sekali untuk ibu yang sedang hamil yang memang belum pernah mengalami serangan penyakit campak Jerman dalam menghindari sebisa mungkin dari pemaparan dan juga melakukan kontak dengan si penerita. Jika sudah pernah terserang, maka biasanya akan kebal seumur hidup, dan paling utama jika kondisi tubuh dari si penderita sedang dalam keadaan sehat dan sistem daya imunnya tinggi. Jika memang sudah terlanjur mengalami kontak langsung dan kemudian menimbulkan gejala, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter dalam mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi mengenai penyakit campak jerman.

Biaanya untuk penyakit campak jerman maka akan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa melakukan terapi. Tidak ada pengobatan yang khusus yang dilakukan pada penyakit campak jerman. Terapi yang bsia dilakukan biasanya lebih bersifat kepada terapi pendukung, untuk mengatasi gejala yang muncul. Selain itu, infeksi yang terjadi pada sekit telinga tengah atau otitis media bisa saja diobati dengan menggunakan pemberian obat antibiotik. Dalam membantu menurunkan demam maka biasanya anak akan diberikan acetaminophen.

Hal yang bisa dilakukan pada penyakit campak jerman adalah dengan pemberian vaksin rubella merupakan salah satu jalan alternatif. Sangat dianjurkan sekali dalam melakukan imunisasi atau pemberian vaksin MMR kepada setiap anak, dan yang paling utama adalah untuk anak perempuan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu mengantisipasi terjadinya infeksi penularan penyakit campak jerman dalam melindungi janin yang ada di dalam kandungannya nanti. Kekebalan ini biasnaya akan diturunkan pada bayi yang dikandungnya sampai usia 9 bulan.

Selain itu, vaksin penyakit campak jerman juga bisa diberikan untuk orang dewasa dan juga paling utama adalah wanita yang sedang hamil atau juga wanita yang sedang merencanakan program hamil selama 3 bulan setelah proses pemberian vaksin.

Penyakit Campak Jerman


=====================================

>>> Obat Campak Membantu Mengobati Penyakit Campak, Membunuh Virus Penyakit dan Menguatkan sistem Kekebalan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Campak and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Penyakit Campak Jerman

  1. alvin says:

    kalo saya punya pnyakit hampir sama yg disebutkan diatas tapi ruam dipipi hilang kemudian 3bulan kemudian muncul lagi. ruam dipipi kanan dan kiri . setelah dua hari hilang lagi
    dan menular ke adik saya.
    apakah itu pnyakit yg disebutkan diatas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>